Audit Aset IT: Mencocokkan Unit Fisik dengan Catatan

Ringkasan
Cara menjalankan audit aset perangkat secara berkala, penyebab selisih yang umum, dan cara menjaga catatan tetap akurat.
Hampir setiap organisasi punya daftar aset perangkat. Yang jauh lebih jarang adalah daftar aset yang benar-benar cocok dengan kenyataan di lapangan. Selisih ini biasanya tidak terlihat sampai ada momen yang memaksanya terlihat: akhir kontrak sewa, audit eksternal, atau insiden kehilangan.
Tulisan ini membahas cara menjalankan audit yang tidak memakan waktu berhari-hari, dan cara menjaga hasilnya tetap akurat sesudahnya.
Kenapa Catatan Selalu Bergeser
Perangkat berpindah tangan tanpa tercatat. Karyawan pindah bagian dan membawa unitnya, atau menyerahkan langsung ke rekan tanpa melalui tim IT.
Unit pengganti masuk saat ada kerusakan, tetapi nomor seri baru tidak selalu diperbarui di catatan. Setelah beberapa penggantian, daftar dan kenyataan mulai berbeda cukup jauh.
Karyawan keluar tanpa proses pengembalian yang tuntas. Ini penyebab selisih yang paling sering ditemukan, dan paling sulit diperbaiki karena unitnya sudah tidak terlacak.
Perangkat disimpan sebagai cadangan lalu terlupakan di lemari.
Menyiapkan Audit Sebelum Berjalan
Tentukan lebih dulu apa yang dianggap sebagai satu unit aset. Untuk armada laptop, nomor seri adalah identitas yang paling andal karena tidak berubah dan tidak bisa tertukar.
Siapkan daftar acuan dari sumber yang paling mungkin benar. Untuk unit sewa, berita acara serah terima dari penyedia biasanya lebih akurat daripada catatan internal yang sudah beberapa kali disunting.
Tentukan cakupan audit. Mengaudit seluruh armada sekaligus untuk pertama kalinya sering gagal karena terlalu besar. Membaginya per lantai, per departemen, atau per lokasi jauh lebih mungkin selesai.
Menjalankan Pencocokan
Catat tiga hal untuk setiap unit yang ditemukan: nomor seri, siapa yang memegang, dan di mana lokasinya. Tambahkan kondisi fisik secara singkat kalau memungkinkan, karena ini berguna menjelang akhir kontrak.
Untuk armada berukuran besar, memakai label yang bisa dipindai jauh mempercepat prosesnya dibanding mengetik nomor seri satu per satu. Untuk unit sewa, konfirmasikan lebih dulu jenis label yang diizinkan agar tidak menimbulkan biaya kosmetik saat pengembalian.
Lakukan pencocokan dua arah. Selain memeriksa apakah setiap unit di daftar ditemukan, periksa juga apakah ada unit ditemukan yang tidak ada di daftar. Arah kedua ini sering terlewat dan justru sering menemukan hal menarik.
Menangani Selisih
Kelompokkan selisih berdasarkan jenisnya sebelum menindaklanjuti.
Unit ada di daftar tetapi tidak ditemukan. Telusuri riwayat pemegang terakhir sebelum menyimpulkan hilang. Sebagian besar kasus berakhir dengan unit ditemukan di meja orang lain atau di lemari penyimpanan.
Unit ditemukan tetapi tidak ada di daftar. Biasanya ini unit pengganti yang tidak pernah dicatat. Tambahkan ke daftar dengan keterangan asalnya.
Nomor seri tidak cocok dengan pemegang yang tercatat. Perbarui catatan dan, kalau polanya berulang, perbaiki proses serah terima internalnya.
Untuk unit sewa yang benar-benar tidak ditemukan, laporkan ke penyedia sesuai alur insiden. Langkahnya ada di artikel unit rusak atau hilang.
Menjaga Catatan Tetap Akurat
Audit tahunan tanpa perubahan proses hanya akan menghasilkan selisih yang sama tahun depan. Yang menjaga akurasi adalah pencatatan saat perpindahan terjadi, bukan pemeriksaan berkala.
Jadikan pencatatan bagian dari proses yang sudah ada. Perpindahan unit dicatat saat serah terima internal, dan pengembalian unit menjadi bagian dari proses karyawan keluar. Format serah terimanya ada di artikel serah terima unit sewa.
Untuk armada sewa, jadwalkan audit ringan beberapa bulan sebelum kontrak berakhir. Ini memberi waktu menelusuri unit yang tidak terlacak, jauh sebelum hari penjemputan.
Memilih Identitas Aset yang Tidak Berubah
Audit gagal paling sering bukan karena unit tidak ditemukan, melainkan karena tidak ada cara memastikan unit yang ditemukan adalah unit yang dicatat.
Nomor seri adalah satu-satunya identitas yang melekat pada perangkat dan tidak berubah sepanjang masa pakainya. Merek dan model tidak cukup ketika sepuluh unit identik berada di lantai yang sama.
Nama pengguna bukan identitas aset. Pengguna berganti, pindah bagian, dan keluar, sementara unitnya tetap. Mencatat aset berdasarkan pengguna berarti kehilangan jejak setiap kali ada perpindahan.
Nomor inventaris internal boleh dipakai sebagai lapisan tambahan, tetapi harus selalu terhubung ke nomor seri. Untuk unit sewa, nomor serilah yang dipakai penyedia, dan pada akhirnya itu yang menentukan saat rekonsiliasi.
Untuk armada sewa, pastikan penandaan yang dipakai tidak meninggalkan sisa perekat. Konfirmasikan jenis label yang diizinkan sebelum menempelkan apa pun ke unit.
Menjalankan Audit Tanpa Mengganggu Pekerjaan
Audit yang menuntut pengguna menyerahkan perangkat akan ditolak diam-diam dan hasilnya tidak lengkap. Beberapa cara membuatnya berjalan tanpa gangguan.
Lakukan pemeriksaan di meja pengguna, bukan dengan mengumpulkan unit. Yang dibutuhkan hanya membaca nomor seri, dan itu bisa dilakukan dalam hitungan detik.
Manfaatkan momen yang sudah ada: pergantian pengguna, penggantian unit, atau pemeriksaan berkala perangkat. Menempelkan audit pada proses yang sudah berjalan jauh lebih mungkin selesai.
Bagi audit per lantai atau per departemen dan selesaikan satu kelompok sebelum pindah. Audit seluruh kantor dalam satu hari hampir selalu berakhir setengah jalan.
Untuk pengguna yang sedang tidak di tempat, catat sebagai belum diperiksa dan jadwalkan ulang, jangan diasumsikan ada.
Menindaklanjuti Selisih dengan Urutan yang Tepat
Menemukan selisih adalah setengah pekerjaan. Yang menentukan nilainya adalah tindak lanjutnya.
Untuk unit yang tidak ditemukan, telusuri mundur dari catatan pemegang terakhir sebelum menyimpulkan hilang. Sebagian besar berakhir dengan unit ditemukan di lemari, di meja orang lain, atau di ruang penyimpanan.
Untuk unit yang ditemukan tetapi tidak tercatat, tambahkan ke daftar beserta keterangan asalnya. Biasanya ini unit pengganti yang datang saat ada kerusakan dan tidak pernah dicatat.
Untuk unit sewa yang benar-benar tidak ditemukan, laporkan ke penyedia melalui alur insiden, bukan menunggu akhir kontrak. Langkahnya ada di artikel unit rusak atau hilang.
Setelah selisih ditangani, perbaiki proses yang menyebabkannya. Audit yang menemukan selisih sama tahun depan berarti tindak lanjutnya berhenti di pencatatan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa sering audit sebaiknya dilakukan?
Untuk armada yang stabil, sekali setahun umumnya cukup, ditambah audit ringan menjelang akhir kontrak sewa. Untuk organisasi dengan pergantian karyawan tinggi, lebih sering lebih baik.
Apakah perlu perangkat lunak khusus?
Untuk armada kecil, satu berkas rekapitulasi yang dijaga disiplin sudah memadai. Manfaat perangkat lunak mulai terasa ketika jumlah unit dan lokasi bertambah.
Bagaimana mengaudit unit yang dipegang karyawan jarak jauh?
Minta foto label nomor seri beserta konfirmasi lokasi. Ini tidak seakurat pemeriksaan langsung tetapi jauh lebih baik daripada mengandalkan catatan lama.
Ringkasnya
Audit yang berguna bukan yang paling lengkap, melainkan yang benar-benar selesai dan ditindaklanjuti. Mulai dari satu departemen, perbaiki proses pencatatannya, lalu perluas.