Glossary · IT Procurement
Multi-Factor Authentication
Mekanisme autentikasi yang mengharuskan pengguna membuktikan identitasnya dengan dua atau lebih faktor independen: sesuatu yang diketahui (password), sesuatu yang dimiliki (token/HP), dan sesuatu yang melekat (biometrik). Di lingkungan B2B Indonesia, MFA wajib diterapkan pada akses sistem perbankan dan keuangan berdasarkan POJK 11/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan. Tiga mode MFA yang paling lazim di laptop enterprise: TOTP (Time-based One-Time Password) via aplikasi seperti Microsoft Authenticator atau Google Authenticator, SMS OTP (lebih mudah tapi lebih rentan SIM-swap), dan biometric (Windows Hello — fingerprint atau face recognition via IR camera). Untuk sewa laptop perusahaan, pastikan hardware memiliki modul biometric terintegrasi (fingerprint reader atau IR camera) jika klien mensyaratkan Windows Hello MFA. Pre-imaging dapat menyertakan konfigurasi MFA baseline sesuai kebijakan Azure AD Conditional Access.
MFA (Multi-Factor Authentication) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: Mekanisme autentikasi yang mengharuskan pengguna membuktikan identitasnya dengan dua atau lebih faktor independen. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang MFA berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti MFA.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100