Glossary · IT Procurement
End User License Agreement
Perjanjian lisensi perangkat lunak antara software publisher dan pengguna akhir yang mengatur hak dan batasan penggunaan. Dalam konteks sewa laptop B2B, EULA paling relevan untuk software yang sudah pre-installed di unit: Windows OEM license, Microsoft 365 Apps for Business/Enterprise, dan antivirus corporate. Poin kritis EULA untuk procurement: (1) OEM Windows license melekat ke hardware, tidak dapat dipindah ke unit lain — jika unit return dan diganti, lisensi tidak ikut migrasi; (2) Microsoft 365 Apps membutuhkan lisensi per-user yang terpisah dari hardware; (3) software tertentu (Adobe Creative Cloud, AutoCAD) mungkin melarang penggunaan di hardware yang disewa — perlu konfirmasi ke software vendor. Vendor sewa laptop profesional wajib memastikan semua software yang diinstal di golden image memiliki lisensi yang valid untuk mode deployment sewa (tidak hanya mode beli).
EULA (End User License Agreement) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: Perjanjian lisensi perangkat lunak antara software publisher dan pengguna akhir yang mengatur hak dan batasan. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang EULA berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti EULA.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100