Glossary · IT Procurement
Microsoft Endpoint Configuration Manager
Platform manajemen perangkat on-premise Microsoft yang sudah berjalan lebih dari dua dekade di enterprise — dikenal lama sebagai SCCM (System Center Configuration Manager), kini rebranded menjadi MECM (Microsoft Endpoint Configuration Manager) sejak 2019. Fungsi utama: software deployment, OS deployment (OSD), patch management (WSUS integration), hardware/software inventory, dan remote control. Untuk lingkungan hybrid yang masih punya AD on-premise, SCCM/MECM sering berjalan berdampingan dengan Microsoft Intune via Co-Management — SCCM tetap handle workload tertentu (kompleks patching, OS deployment) sementara Intune handle mobile dan cloud-enrolled devices. Tren migrasi: organisasi yang bergerak ke Microsoft 365 E3/E5 cenderung beralih dari SCCM ke Intune murni karena cost lebih rendah dan tidak perlu maintain infrastructure on-premise. Relevan untuk sewa laptop B2B: vendor perlu tahu apakah klien masih on SCCM, hybrid Co-Management, atau full-Intune sebelum merencanakan pre-imaging strategy.
SCCM / MECM (Microsoft Endpoint Configuration Manager) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: Platform manajemen perangkat on-premise Microsoft yang sudah berjalan lebih dari dua dekade di enterprise — dikenal. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang SCCM / MECM berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti SCCM / MECM.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100