Glossary · IT Procurement
Asset Tagging / Asset Identification Label
Label fisik unik (biasanya stiker barcode atau QR code dengan kode internal) yang ditempel di setiap unit untuk tracking inventory. Asset tag scheme standar B2B mencantumkan: kode vendor, kategori perangkat, nomor urut, dan tahun pengadaan (contoh: ARN-LT-2026-0123). Fungsi utamanya: rekonsiliasi BAST saat handover, audit stock-take periodik, mapping unit ke karyawan/departemen di ITAM system, dan tracking saat unit dispatch untuk repair. Arental menyediakan asset tagging custom sesuai scheme klien (warna corporate, prefix kode klien, format QR yang bisa scan ke CMDB internal) sebelum delivery — lebih efisien dari klien melabeli sendiri setelah unit tiba on-site.
Asset Tag (Asset Tagging / Asset Identification Label) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: Label fisik unik (biasanya stiker barcode atau QR code dengan kode internal) yang ditempel di setiap unit. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang Asset Tag berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti Asset Tag.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100