Glossary · IT Procurement
Goods Receipt Note
Dokumen internal perusahaan yang menjadi bukti bahwa barang/unit yang dipesan telah diterima secara fisik oleh tim penerima — berbeda dari BAST yang merupakan serah terima formal dua pihak. GRN dibuat oleh tim procurement/gudang klien, bukan bersama vendor. Fungsi GRN dalam alur pengadaan: GRN di-issue → terhubung ke PO nomor yang sama → jadi trigger bagi finance untuk approve invoice vendor (3-way matching: PO ↔ GRN ↔ invoice). Untuk sewa laptop perusahaan, GRN mencatat: serial number setiap unit yang diterima, kondisi fisik saat unboxing, dan tanggal penerimaan. Ketidakcocokan antara GRN dan BAST (misalnya ada unit dalam BAST vendor yang belum ada di GRN klien) harus direkonsiliasi sebelum invoice dapat diproses. Sistem ERP seperti SAP MM, Oracle Procurement, atau Odoo biasanya men-generate GRN otomatis saat operator scan barcode unit masuk.
GRN (Goods Receipt Note) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: Dokumen internal perusahaan yang menjadi bukti bahwa barang/unit yang dipesan telah diterima secara fisik oleh tim. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang GRN berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti GRN.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100