Glossary · IT Procurement
Total Cost of Ownership
TCO (Total Cost of Ownership) adalah perhitungan total biaya kepemilikan aset selama masa pakai — bukan hanya harga beli awal. Untuk laptop perusahaan, TCO 3 tahun mencakup: harga beli + biaya repair + biaya IT support + biaya refresh + depresiasi + biaya disposal. Contoh worked calculation 50 laptop perusahaan dalam horizon 3 tahun: (a) jalur beli — 50 unit × Rp 12 juta = Rp 600 juta CapEx + maintenance/sparepart Rp 60 juta/tahun × 3 = Rp 180 juta + estimasi downtime cost (rata-rata 2 hari/unit/tahun × Rp 300 ribu) ≈ Rp 90 juta, total ±Rp 870 juta belum termasuk gaji IT support; (b) jalur DaaS — Rp 360 juta/tahun × 3 = Rp 1,08 miliar tapi sudah termasuk support, ganti unit, refresh akhir kontrak, dan zero IT overhead internal — total cost masuk sebagai OpEx yang 100% deductible. Membandingkan TCO sewa vs beli sering mengubah keputusan procurement — sewa terlihat 5–15% lebih mahal di angka kasar, tapi 0% hidden cost. Banyak finance director under-estimate hidden cost saat beli laptop kantor.
TCO (Total Cost of Ownership) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: TCO (Total Cost of Ownership) adalah perhitungan total biaya kepemilikan aset selama masa pakai — bukan hanya harga. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang TCO berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti TCO.
Istilah Terkait
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100