Glossary · IT Procurement
Device-as-a-Service
DaaS (Device-as-a-Service) adalah model pengadaan IT B2B di mana perusahaan menyewa perangkat (laptop, desktop, peripheral) sebagai layanan langganan multi-tahun. Berbeda dari sewa harian/proyek biasa, DaaS adalah layanan berlapis yang membundel empat komponen dalam satu kontrak bulanan: hardware aktif, manajemen siklus hidup (deploy → monitor → refresh), dukungan teknis (helpdesk + ganti unit on-site dengan komitmen SLA tertulis), dan refresh cycle terjadwal biasanya 24–36 bulan. Kontras dengan model tradisional di mana perusahaan beli laptop sebagai CapEx lalu kontrak terpisah ke pihak ketiga untuk repair, warranty extension, dan disposal — semuanya dikelola tim IT internal sehingga TCO sebenarnya jauh lebih tinggi dari harga pembelian awal. Contoh: perusahaan 50 karyawan yang biasanya keluar CapEx sekali Rp 750 juta (50 unit × Rp 15 juta) dan harus depresiasi 5 tahun di neraca, lewat kontrak DaaS 36 bulan cukup bayar OpEx bulanan ±Rp 22–27 juta yang 100% deductible dari pendapatan kena pajak — bonus: refresh ke generasi baru otomatis di akhir kontrak tanpa biaya disposal terpisah.
DaaS (Device-as-a-Service) sering muncul dalam proses pengadaan IT B2B: DaaS (Device-as-a-Service) adalah model pengadaan IT B2B di mana perusahaan menyewa perangkat. Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi opsi sewa perangkat, pemahaman yang solid tentang DaaS berdampak langsung pada kriteria seleksi vendor, hasil negosiasi kontrak, dan total cost of ownership jangka panjang. Arental bekerja sama dengan tim procurement, IT manager, dan finance director di seluruh Indonesia untuk memastikan setiap kontrak mencerminkan standar industri terkait istilah seperti DaaS.
Tim Arental dapat bantu evaluasi vendor, hitung TCO, atau review kontrak sewa. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
Atau telepon langsung: +62 821-4777-2100